Jumat, 06 Maret 2015

PENGIRIMAN IJUK EKSPORT KE JERMAN TERHENTI AKIBAT BENCANA ALAM


Bencana alam adalah sebuah musibah yang tidak bisa di elakan, tapi ketika itu terjadi kita harus sangat arif menghadapinya sebagai musibah dan ujian dari tuhan, hingga saat ini artikel tentang bencana alam saya temukan, yang sudah dua tahun lebih sejak bencana itu terjadi, tapi dampaknya sampai kini masih terasa, terutama untuk sektor ekonomi, yaitu pengolahan ijuk sebagai komoditi ekspor.
Bencana alam tanah longsor dan pergerakan tanah di Cigintung Kecamatan Malausma Kabupaten majalengka, yang merupakan sentra terbesar pengolahan ijuk berdampak signipikan terhadap kemampuan Indonesia dalam mengadakan serat ijuk untuk ekspor, ini di akibatkan berhentinya banya pengusaha dan pengrajin dalam proses pengolahan ijuk.
Seperti yang termuat dalam artikel Bisnis jabar berikut ini. 

Bisnis-jabar.com, TASIKMALAYA--Ekspor ijuk ke Jerman dari Tasikmalaya terhenti akibat home industry pengolahan ijuk Desa Cimuncang Kecamatan Malausma Kabupaten Majalengka tergerus tanah amblas.
Owner CV Sumber Mulya Perkasa Indrayana pengolah ijuk Majalengka yang juga membuka workshop pengolahan ijuk di Tasikmalaya mengatakan hingga kini perusahaannya belum memastikan dua kontrak permintaan ujuk dari Jerman bisa terlayani.
Pasalnya, pabrik ijuk di lima lokasi tanah amblas di Desa Cimuncang Kecamatan Malausma Kabupaten Majalengka semuanya terhenti.
Perajin ijuk tidak bisa bekerja karena harus relokasi ke daerah lain.
Ia pun mengalami kerugian miliar rupiah akibat tanah amblas tersebut hingga menghambat pada usahanya.
“Dua draft kontrak dari Jerman untuk pasokan ijuk, hingga kini belum saya tandatangan. Saya khawatir tidak bisa menyanggupi permintaan karena produksi terhenti, pengrajin di Majalengka krena tanah amblas,” ungkap Indra di Tasikmalaya, Senin (15/7/2013).
Indra menambahkan, beberapa waktu setelah tanah amblas, produksi di Majalengka sempat terhenti dan hanya mengandalkan produksi di Tasikmalaya dan Ciamis.
Sementara permintaan olahan ijuk untuk ekspor cukup besar, juga pasokan sapu ijuk tidak bisa dihentikan karena sudah kontrak dengan perusahaan di Jakarta.
Dalam kondisi lancar, kata dia, tiga bulan sekali pihaknya mengekpor ijuk ke Jerman mencapai 24 ton dengan harga satu kilo gram Rp38.000.
Ijuk tersebut akan digunakan untuk bahan baku sikat kebutuhan rumah tangga atau bahan sikat mesin industri.(k55/k29/yri)
Editor : anep

sumber : http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:1K2Cpgg0MrsJ:bandung.bisnis.com/read/20130715/20/397665/ekspor-ijuk-kiriman-ke-jerman-terhenti+&cd=1&hl=id&ct=clnk&client=opera

Serat ijuk terpanjang, yang memiliki panjang hampir 2 meteryang di kumpulkan selama 2 tahun

Serat ijuk ekspor siap kirim

SAPU IJUK JADI ANDALAN EKSPOR

TEMPO.CO , Malang: Produksi sapu ijuk dari Malang diminati warga Jepang degan total transaksi sepanjang 2014 mencapai US$ 8,03 juta. Ekspor sapu ijuk itu menjadi andalan komoditas ekspor dari Malang. Sapu dari bahan ijuk diminati terutama saat musim dingin. Lantaran sapu sintetis berbahan plastik menimbulkan medan magnet saat musim dingin sehingga kotoran justru menempel di sapu.

"Masyarakat Jepang masih menggunakan sapu ijuk untuk menyapu teras. Di dalam rumah, mereka menggunakan mesin penyedot debu," kata pemilik UD Wartono, Judy R Wartono, Kamis 26 Februari 2015. 

Menurut Judy, sapu yang diproduksinya berbeda antara pasar lokal dengan ekspor. Untuk produk ekspor disesuaikan dengan standar yang dibutuhkan, seperti ke Jepang, atas permintaan asosiasi pedagang sapu Jepang.

Bahan baku ijuk aren didatangkan dari Jawa Barat. Setiap bulan sejumlah armada angkutan mengangkut bahan baku. Lantas proses produksi dilakukan di Malang. Usaha produksi sapu dimulai sejak belasan tahun silam. Rata-rata sapu produksinya dipasarkan di daerah Jawa Timur.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang, Tri Widiani, menjelaskan realisasi ekspor sepanjang 2014 mencapai US$ 20,7 juta. Sapu ijuk menempati urutan kedua. Sedangkan di peringkat pertama adalah kerajinan emas dan perak yang diekspor ke Amerika dan Singapura senilai US$ 8,8 juta. Disusul ekspor bijih plastik ke Belanda dan Amerika sebesar US$ 2,1 juta. Sementara sepatu kulit, serabut kelapa dan kerajinan lain diekspor ke Italia, Cina, Selandia Baru, dan Afrika. 

Sedangkan sepanjang 2014, total impor sebesar US$ 2,1 juta. Terbesar impor suku cadang karoseri mobil dari Cina sebesar US$ 906,5 ribu. Disusul impor tembakau dan filter rokok sebesar US$ 874 ribu dari Singapura. Juga impor cerutu dari Rumania dan Filipina senilai US$ 299 ribu.

Untuk meningkatkan nilai ekspor, Pemerintah Kota Malang gencar mengikuti misi dagang dan pameran internasional, sehingga terjadi pertemuan antara produsen dan pembeli. Tahun ini, rencananya misi dagang akan ke Eropa Timur dan Cina. Eropa Timur berminat dengan aneka produk garmen dan makanan olahan. Sedangkan Cina bisa menerima berbagai produk. 

EKO WIDIANTO

Sumber : http://www.tempo.co/read/news/2015/02/27/090645637/Kalau-Sapu-Ijuk-Jadi-Andalan-Ekspor