Kamis, 20 Agustus 2009

Serat Ijuk Merupakan Serat Alam Terbaik Yang Dimiliki Indonesia


Sungguh Istimewa kata pertama yang pantas saya lontarkan untuk Si Hitam ini yaitu serat ijuk yang merupakan serat alam yang mungkin hanya sebgian orang mengetahui kalau serat ini sangat lah istimewa di banding dengan serat lainya,
Ijuk (duk, injuk) adalah serabut hitam dan keras pelindung pangkal pelepah daun enau atau aren (Arenga pinnata), Aren yang merupakan tumbuhan penghasil ijuk tumbuh di seluruh daratan Indonesia dengan sangat baik, terutama di ketinggian 400 sampai denga 1000 meter di atas permukaan laut, Indonesia kaya dengan pohon aren, tapi sayang untuk ijuk belum sepenuhnya dapat manfaatkan, masih sangat banyak ijuk yang dibakar oleh para petani. atau di biarkan tanpa di manfaatkan, tulisan saya ini setidaknya untuk memperkenalkan beberapa keistimewaan serat ijuk yang bisa kita manfaatkan.
Di samping penggunaan nya untuk sapu, sikat, tali, atap, saringan ijuk, juga sangat banyak keistimewaan dari serat ijuk, tapi hanya sebagian yang akan uraikan di artiel ini, di antarnya :

1. Tahan lama hingga ratusan bahkan ribuan tahun lebih

Fakta membuktikan telah ditemukanya benda purbakala berupa tali ijuk dalam kondisi yang masih kuat, yang di perkirakan bersal dari peninggalan abad ke – 8, hal ini saya ambil dari kutipan koran kompas edisi Jumat, 24 Juli 2009 18:01 WIB yang di publikasikan di alamat :

http://oase.kompas.com/read/xml/2009/07/24/18013939/ditemukan.lagi.arca.dan.pasak.kayu.kuno

Mari kita kutif isi dari berita koran di bawah ini :

”Petugas Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah kembali menemukan arca, lingga, serta sejumlah kayu dan tali ijuk kuno saat mengekskavasi petirtaan di Desa Derekan, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Petirtaan yang diduga berasal dari abad ke-8 itu, Jumat (24/7) siang, mulai dibuka untuk umum.
"Lokasi temuan itu di bagian dalam petirtaan sisi selatan. Kami menemukannya Kamis petang menjelang akhir pekerjaan. Temuan kayu dan pasak itu menguatkan perkiraan bahwa petirtaan itu ada atapnya," tutur Andriyanto, petugas penggambaran Subkelompok Pemugaran Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah.
Temuan dua pasak itu berukuran sekitar 20 sentimeter. Satu di antaranya berbentuk sedikit lancip di salah satu sisi. Selain itu, ada pula lima potong kayu dengan ukuran bervariasi 20-40 sentimeter dalam kondisi lapuk. Tali yang ditemukan relatif masih kuat terbuat dari anyaman ijuk berwarna hitam”
Kutipan di atas jelas membuktikan bahwa serat ijuk mampu bertahan hingga seribu tahun lebih, dan tidak mudah terurai oleh organisme yang lain

2. Tahan terhadap asam dan garam air laut

Serat ijuk merupakn salah satu serat yang tahan terhadap asam dan garam air laut, salah satu bentuk pengolahan dari serat ijuk adalah tali ijuk, tali ijuk ini tidak lapuk oleh asam dan garam airlaut, oleh karana itu sudah sejak lama nenek moyang kita menggunakan tali ijuk ini untuk berbagai pengikat, lebih banyak di pakai untuk pengikatan bambu baik itu di darat maupun di dalam air,

3. Mencegah penembusan rayap tanah dan menyebabkan kematian yang tinggi, hingga 100%

sebuah lembaga penelitan universitas hasanudin telah melakukan penelitian mengenai serat ijuk sebagai perintang fisik serangan rayap tanah, berikut saya kutip dari hasil penelitian tersebut yang saya ambil dari alanat :

http://74.125.153.132/search?q=cache:Ny7qDHGqbicJ:www.unhas.ac.id/lemlit/researches/view/315.html+ijuk+rayap+tanah&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id

Hasil dari penelitian tersebut adalah sebagai berikut :

‘’PENGEMBANGAN PERINTANG FISIK (PHYSICAL BARRIER)”

Serat-serat ijuk yang dihasilkan oleh pohon aren (Arenga pinnata Merr.) dapat dipanen setelah [pohon tersebut berumur 5 tahun dan secara tradisional sering digunakan sebagai bahan pembugkus pangkal kayu-kayu bangunan yang ditanam dalam tanah untuk mencegah serangan rayap. Kegunaan tersebut didukung oleh sifat ijuk yang elastis, keras, tahan air, dan sulit dicerna oleh organisme perusak. Namun demikian, penelitian efektivitas bahan alami tersebut dalam melindungi kayu-kayu kontruksi dari serangga perusak kayu seperti rayap belum pernah dilakukan. Berdasarkan hal tersebut, suatu rangkaian penelitian multi tahun didesain untuk mengevaluasi kelayakan pemanfaatan serat ijuk tersebut sebagai perintang fisik serangan rayap tanah. Pada penelitain ini telah dilakukan kajian terhadap struktur, sifat fisik, dan efektivitas ijuk aren yang diteliti disiapkan dari formasi alami maupun dari formasi pasarannya. Sampel-sampel ijuk tersebut dianalisisa secara mikroskopis untuk menentukan distribusi, bentuk, dan ukuran serat penyusunannya. Di samping itu juga dievaluasi kadar air, kerapatan zat, dan gramatur jaringan ijuk dari kedua formasi tersebut Hasil penelitian menunjukkan bahwa serat ijuk eren berbeda dengan serat kayu, karena serat ijuk tidak memiliki dinding dan lumen set tetapi merupakan suatu zat yng utuh (solid) . Karakteristik strukturar dari ijuk formasi alami berbeda dengan ijuk formasi pasaran sebagai akibat dari proses pemanenan dan pemilahannya sebelum dipasarkan. Ijuk formasi alami memiliki distribusi, bentuk, dan ukuran swerat yang lebih bervariasi dibanding ijuk formasi pasaran, Pada ijuk formasi alami dijumpai serat-serat bentuk segi empat, setengah bulat, dan bulat dengan proposi masing-masing 67 %, 27% dan 7%. Pada ijuk formasi pasaran, serat-serat yang dijumpai hanya memiliki bentuk setengah bulat dan bulat yang persentasi rat-ratanya masing-masing 42 % dan 58 %. Perbedaan tersebut juga dijumpai dalam hal ukuran serat. Ukuran serat pada ijuk formasi alami berkisar dari 0,07 mm (percabangan V) hingga, 3,03 mm (lidi), sedangkan ukuran serat. Ukuran serat pada ijuk formasi pasaran dihitung menurut ketebalannya berkisar dari 0,38 mm (percabanganIV) hingga,0,93 mm (serat utama) .Namun demikian, adanya proses percabangan menyebabkan serat-serat saling silang menyilang membentuk struktur jaringan ijuk yang dapat berupa lembaran, baik pada formasi alami maupun pada formasi pasaran. Percabangan tersebut membentuk sudut yang berkisar rata-rata 10 0 – 30 0 . Dalam hal sifat fisik, jaringan ijuk formasi almi tampak lebih homogen dibanding jaringan ijuk formasi pasaran. Dengan kadar air dan kerapatan kerapatan zat yang relatif sama, ijuk formasi alami dapat memiliki gramatur antara antara 429,33 hingga 547,33 g/m2, sedangkan ijuk formasi pasaran memiliki gramatur berkisar 361,78 to 603,55 g/m 2.Pengujian efektivitas lapisan ijuk formasi pasaran sebagai perintang fisik di laboratorium menunjukkan bahwa dengan cara penyusunan tertentu, lapisan ijuk dapat secara efektif mencegah penembusan rayap tanah dan menyebabkan kematian yang tinggi, yaitu samapai 100%. Hasil pengujian di lapangan selama periode waktu 6 bulan juga memberikan indikasi yang sama di mana lapisan ijuk mampu melindungi sampel kayu dari serangan rayap tanah .”

4. Sebagai perisai radiasi nuklir

Sebelumnya saya tidak pernah menduga kalau serat ijuk merukan salah satu bahan prisai radiasi nuklir, walaupun saya kurang memahami isi dari sebuah penelitan yang dilakukan oleh universitas hasanudin mengenain salah satu kegunaan serat ijuk sebagai bahan perisai radiasi nuklir tapi ini lebih lengkapnya hasil penelitian tersebut mungkin pembaca bisa lebih memahaminya.

Kutipan tersebut saya ambil dari alamat :

http://74.125.153.132/search?q=cache:Ny7qDHGqbicJ:www.unhas.ac.id/lemlit/researches/view/315.html+ijuk+rayap+tanah&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id

Yang isinya Sebagai berikut :

Modifikasi Serat Ijuk Dengan Radiasi Sinar – ? Suatu Studi Untuk Perisai Radiasi Nuklir
Telah dilakukan modifikasi serat ijuk dengan sinar ? (Co–60) dengan lama radiasi yang berbeda. Perbedaan lama radiasi menyebabkan perubahan derajat kristalinitas serat ijuk. Serat ijuk yang dimodifikasi dipergunakan sebagai penguat pada papan komposit serat ijuk dengan matriks resin poliester. Papan ini dipergunakan sebagai perisai terhadap radiasi nuklir. Orientasi serat yang berbeda dan modifikasi serat ijuk pada papan komposit tidak mempengaruhi daya serapnya terhadap radiasi nuklir sinar ? dan sinar ?. Fraksi berat serat mempengaruhi koefisien serapan papan ijuk terhadap sinar ? dan sinar ?. Dengan fraksi berat 40% koefisien serapan papan ijuk terhadap sinar ? lebih tinggi daripada aluminium.

Keistimewaan ijuk sangat lah banyak dan masih banyak hal yang belum kita ketahui dari ijuk, berbagai manfaat dan penggunaan ijuk yang saya ketahui sekarang ini baik itu utuk berbagai bahan peralatan yang banyak kita ketahui seperti, sapu ijuk, sikat ijuk, koas,kampas ijuk dll, ataupun untuk berbagai bahan material seperti tali pengikat bambu, untuk berbagai respan air pada saringan air, taman, lapang dll, untuk atap rumah, utuk campuran genteng semen, untuk capuran beton dan mungkin masih banyak lagi kegunaan lainya

Dari berbagai keistimewaan serat ijuk diatas munkin masih banyak lagi hal yang belum saya ketahui mengenai ijuk, bagi siapa pun yang membaca artikel saya ini dan mempunyai reperensi mengenai ijuk bisa mengirimkannya kepada saya, terimakasih







7 komentar:

  1. komposit serat ijuk20 April 2010 22.34

    Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  2. Terima kasih banyak... Tugas sekolah saya bisa terselesaikan berkat bantuan mas.. sekali lagi terima kasih.. ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 semoga bermanfaat

      Hapus
  3. apa kegunaan injuk bila di tanam di dalam septictank? mohon pencerahan mas.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenarnya banya manfaat ijuk jika di simpan dalam septictank, di antaranya, memperbaiki proses penyerapan air sehingga septicthank tidak mudah penuh, juga ijuk dapat mengarahkan air ke lubang lubang septicthank. sehinnga air bisa meresap bagus kedalam tanah.

      Hapus
  4. Info yang bagus..

    Kang, berarti produksi gula aren juga ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. thnk #raden rahmat, engga saya hanya fokus di ijuk, tapi saya banyak ketemu sama petani petani gula aren di wilayah saya

      Hapus