Tampilkan postingan dengan label proyek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label proyek. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Agustus 2009

Tali ijuk


Bagaimanakah penerapan sambungan konstruksi bambu pada bangunan rumah makan Sari Sunda. Tujuan penelitian yang ingin diungkapkan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengkaji sambungan konstruksi bambu melalui material bambu sebagai bahan konstruksinya.
Dari hal diatas peneliti merasa tertarik untuk mengamati dengan suatu pendekatan tertentu, dengan mengambil judul “Kajian Sambungan Konstruksi Bambu Pada Bangunan Rumah Makan Sari Sunda”.
Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Objek Penelitian difokuskan pada sambungan konstruksi bambu di rumah makan Sari Sunda. Sambungan konstruksi dalam penelitian ini dibatasi hanya pada sambungan konstruksi pondasi, kolom, dinding dan atap.
Berdasarkan hasil penelitian, sambungan konstruksi bambu pada bangunan Sari Sunda terdapat beberapa prinsip sambungan konstruksi bambu yang berbeda dengan kriteria atau sumber yang ada. Kendatipun ada perbedaan dalam sambungan konstruksi bambu itu hanya terdapat pada penggunaan konstruksi ikatan tali rotan dan paku sedangkan dalam teori atau sumber yang ada menggunakan konstruksi ikatan ijuk dan pasek. Hasil tersebut menunjukan bahwa konstruksi sambungan bambu pada rumah makan Sari Sunda sudah memenuhi kriteria atau sumber yang ada. Dimana kelemahan dari konstruksi ikatan rotan itu sendiri adalah mudah bergesernya ikatan yang diakibatkan oleh licinnya rotan, sedangkan untuk konstruksi paku adalah dapat terjadinya retakan pada bambu jika posisis dalam pemasangan paku tidak tepat dan paku dapat menyebabkan korosi (karat). Kemudian dalam teori ditemukan untuk kontruksi ikatan bambu menggunakan ijuk, konstruksi ikatan ijuk dapat lebih kuat mengikat sambungan antara bambu dikarenakan ijuk memiliki sifat yang kesat dengan bambu, sedangkan untuk konstruksi pasek memiliki keuntungan yaitu tidak terjadinya retakan pada bambu, dan sambungan bambu dapat memiliki sifat yang fleksibel artinya konstruksi sambungan bambu tidak kaku.

Minggu, 10 Mei 2009

Serat Ijuk Sangat Baik Untuk Campuran Beton



TINJAUAN KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BETON DENGAN BAHAN TAMBAH VARIASI BENTUK IJUK
Skripsi, 2006
Undergraduate Theses from JTPTUMS / 2007-01-02 06:17:48
Oleh : Widaryanto - D100970183, FT UMS
Dibuat : 2007-01-02, dengan 0 file

Keyword : variasi bentuk ijuk, umur beton, kuat tekan, kuat tarik
INTISARI

Sungguh banyak sekali manfaat dari serat ijuk, banyak penelitian yang dilakukan, dan hasilnya sangat memuaskan, namun sayang berbagai penelitian tidak pernah melibatkan penusa ijuk itu sendiri, agar dapat mengunakan ijuk yang sesuai dengan kualitas yang akan di terpkan, ijuk terdiri dari berbahgai jenis serat, ada jenis serat halus kasar dan sedang, mungkin jika dalam penerapanya menggunakan srat yang sesuai bisa menjadikan hasil yang lebih maksimal, dengan sekala ekonomis yang lebih baik,
seperti hasil penilitan yang sangat menakjubkan di bawah ini.

Penggunaan beton sangat banyak dipakai secara luas sebagai bahan bangunan. Bahan tersebut diperoleh dengan cara mencampurkan semen portland, air dan agregat dan kadang-kadang bahan tambah (admixture), yang berupa bahan kimia, serat, bahan non kimia dengan perbandingan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan dan kuat tarik beton dengan bahan tambah ijuk dengan berbagai variasi bentuk, mengetahui variasi bentuk ijuk yang memiliki kekuatan optimal. Bahan tambah (admixture) cukup berguna bagi beton seperti memperoleh kuat tekan yang tinggi, kuat tarik dan keawetan. Penggunaan serat sebagai bahan tambah sangat berguna karena biasanya bahan tersebut dapat meningkatkan kuat tekan dan kuat tarik beton, seperti ijuk. Pada Penelitian ini menggunakan metode SK SNI T-15-1990-03 dengan faktor air semen 0,5 dan bahan tambah variasi bentuk ijuk tanpa ikatan, diikat 2 bagian, diikat 3 bagian, diikat 5 bagian, dengan berat masing masing ijuk 1 % dari berat semennya. Benda uji berupa silinder beton dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. masing masing dibuat 3 benda uji baik beton untuk uji tekan dan tarik. Pengujian berat jenis, kuat tekan dan kuat tarik beton dilakukan setelah benda uji dilakukan perawatan 7, 14 dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan beton semakin bertambah seiring bertambahnya umur beton dan semakin banyak jumlah ikatannya semakin bertambah kuat tekan betonnya. Umur beton 7 hari mengalami penambahan kuat tekan maksimal pada beton variasi bentuk ijuk 5 bagian sebesar 94 % dari beton variasi bentuk ijuk tidak diikat. Penambahan kuat tekan semakin kecil seiring dengan bertambahnya umur beton. Kuat tarik beton semakin bertambah seiring bertambahnya umur beton dan semakin banyak jumlah ikatannya semakin bertambah kuat tarik betonnya. Umur beton 14 hari mengalami penambahan kuat tarik maksimal pada beton variasi bentuk ijuk 5 bagian sebesar 13 % dari beton variasi bentuk ijuk tidak diikat. Penambahan kuat tarik semakin kecil seiring dengan bertambahnya umur beton. Penambahan kuat tekan dan kuat tarik beton disebabkan oleh kandungan serat ijuk sama dengan kadar optimumnya yaitu 1 %.
Deskripsi Alternatif :

INTISARI
Beton sangat banyak dipakai secara luas sebagai bahan bangunan. Bahan tersebut diperoleh dengan cara mencampurkan semen portland, air dan agregat dan kadang-kadang bahan tambah (admixture), yang berupa bahan kimia, serat, bahan non kimia dengan perbandingan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan dan kuat tarik beton dengan bahan tambah ijuk dengan berbagai variasi bentuk, mengetahui variasi bentuk ijuk yang memiliki kekuatan optimal. Bahan tambah (admixture) cukup berguna bagi beton seperti memperoleh kuat tekan yang tinggi, kuat tarik dan keawetan. Penggunaan serat sebagai bahan tambah sangat berguna karena biasanya bahan tersebut dapat meningkatkan kuat tekan dan kuat tarik beton, seperti ijuk. Pada Penelitian ini menggunakan metode SK SNI T-15-1990-03 dengan faktor air semen 0,5 dan bahan tambah variasi bentuk ijuk tanpa ikatan, diikat 2 bagian, diikat 3 bagian, diikat 5 bagian, dengan berat masing masing ijuk 1 % dari berat semennya.
Benda uji berupa silinder beton dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. masing masing dibuat 3 benda uji baik beton untuk uji tekan dan tarik. Pengujian berat jenis, kuat tekan dan kuat tarik beton dilakukan setelah benda uji dilakukan perawatan 7, 14 dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan beton semakin bertambah seiring bertambahnya umur beton dan semakin banyak jumlah ikatannya semakin bertambah kuat tekan betonnya. Umur beton 7 hari mengalami penambahan kuat tekan maksimal pada beton variasi bentuk ijuk 5 bagian sebesar 94 % dari beton variasi bentuk ijuk tidak diikat. Penambahan kuat tekan semakin kecil seiring dengan bertambahnya umur beton. Kuat tarik beton semakin bertambah seiring bertambahnya umur beton dan semakin banyak jumlah ikatannya semakin bertambah kuat tarik betonnya. Umur beton 14 hari mengalami penambahan kuat tarik maksimal pada beton variasi bentuk ijuk 5 bagian sebesar 13 % dari beton variasi bentuk ijuk tidak diikat. Penambahan kuat tarik semakin kecil seiring dengan bertambahnya umur beton. Penambahan kuat tekan dan kuat tarik beton disebabkan oleh kandungan serat ijuk sama dengan kadar optimumnya yaitu 1 %. (indrayana,se)