Tampilkan postingan dengan label reklamasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label reklamasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Mei 2009

Serat Ijuk Sangat Baik Untuk Campuran Beton



TINJAUAN KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK BETON DENGAN BAHAN TAMBAH VARIASI BENTUK IJUK
Skripsi, 2006
Undergraduate Theses from JTPTUMS / 2007-01-02 06:17:48
Oleh : Widaryanto - D100970183, FT UMS
Dibuat : 2007-01-02, dengan 0 file

Keyword : variasi bentuk ijuk, umur beton, kuat tekan, kuat tarik
INTISARI

Sungguh banyak sekali manfaat dari serat ijuk, banyak penelitian yang dilakukan, dan hasilnya sangat memuaskan, namun sayang berbagai penelitian tidak pernah melibatkan penusa ijuk itu sendiri, agar dapat mengunakan ijuk yang sesuai dengan kualitas yang akan di terpkan, ijuk terdiri dari berbahgai jenis serat, ada jenis serat halus kasar dan sedang, mungkin jika dalam penerapanya menggunakan srat yang sesuai bisa menjadikan hasil yang lebih maksimal, dengan sekala ekonomis yang lebih baik,
seperti hasil penilitan yang sangat menakjubkan di bawah ini.

Penggunaan beton sangat banyak dipakai secara luas sebagai bahan bangunan. Bahan tersebut diperoleh dengan cara mencampurkan semen portland, air dan agregat dan kadang-kadang bahan tambah (admixture), yang berupa bahan kimia, serat, bahan non kimia dengan perbandingan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan dan kuat tarik beton dengan bahan tambah ijuk dengan berbagai variasi bentuk, mengetahui variasi bentuk ijuk yang memiliki kekuatan optimal. Bahan tambah (admixture) cukup berguna bagi beton seperti memperoleh kuat tekan yang tinggi, kuat tarik dan keawetan. Penggunaan serat sebagai bahan tambah sangat berguna karena biasanya bahan tersebut dapat meningkatkan kuat tekan dan kuat tarik beton, seperti ijuk. Pada Penelitian ini menggunakan metode SK SNI T-15-1990-03 dengan faktor air semen 0,5 dan bahan tambah variasi bentuk ijuk tanpa ikatan, diikat 2 bagian, diikat 3 bagian, diikat 5 bagian, dengan berat masing masing ijuk 1 % dari berat semennya. Benda uji berupa silinder beton dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. masing masing dibuat 3 benda uji baik beton untuk uji tekan dan tarik. Pengujian berat jenis, kuat tekan dan kuat tarik beton dilakukan setelah benda uji dilakukan perawatan 7, 14 dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan beton semakin bertambah seiring bertambahnya umur beton dan semakin banyak jumlah ikatannya semakin bertambah kuat tekan betonnya. Umur beton 7 hari mengalami penambahan kuat tekan maksimal pada beton variasi bentuk ijuk 5 bagian sebesar 94 % dari beton variasi bentuk ijuk tidak diikat. Penambahan kuat tekan semakin kecil seiring dengan bertambahnya umur beton. Kuat tarik beton semakin bertambah seiring bertambahnya umur beton dan semakin banyak jumlah ikatannya semakin bertambah kuat tarik betonnya. Umur beton 14 hari mengalami penambahan kuat tarik maksimal pada beton variasi bentuk ijuk 5 bagian sebesar 13 % dari beton variasi bentuk ijuk tidak diikat. Penambahan kuat tarik semakin kecil seiring dengan bertambahnya umur beton. Penambahan kuat tekan dan kuat tarik beton disebabkan oleh kandungan serat ijuk sama dengan kadar optimumnya yaitu 1 %.
Deskripsi Alternatif :

INTISARI
Beton sangat banyak dipakai secara luas sebagai bahan bangunan. Bahan tersebut diperoleh dengan cara mencampurkan semen portland, air dan agregat dan kadang-kadang bahan tambah (admixture), yang berupa bahan kimia, serat, bahan non kimia dengan perbandingan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan dan kuat tarik beton dengan bahan tambah ijuk dengan berbagai variasi bentuk, mengetahui variasi bentuk ijuk yang memiliki kekuatan optimal. Bahan tambah (admixture) cukup berguna bagi beton seperti memperoleh kuat tekan yang tinggi, kuat tarik dan keawetan. Penggunaan serat sebagai bahan tambah sangat berguna karena biasanya bahan tersebut dapat meningkatkan kuat tekan dan kuat tarik beton, seperti ijuk. Pada Penelitian ini menggunakan metode SK SNI T-15-1990-03 dengan faktor air semen 0,5 dan bahan tambah variasi bentuk ijuk tanpa ikatan, diikat 2 bagian, diikat 3 bagian, diikat 5 bagian, dengan berat masing masing ijuk 1 % dari berat semennya.
Benda uji berupa silinder beton dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. masing masing dibuat 3 benda uji baik beton untuk uji tekan dan tarik. Pengujian berat jenis, kuat tekan dan kuat tarik beton dilakukan setelah benda uji dilakukan perawatan 7, 14 dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan kuat tekan beton semakin bertambah seiring bertambahnya umur beton dan semakin banyak jumlah ikatannya semakin bertambah kuat tekan betonnya. Umur beton 7 hari mengalami penambahan kuat tekan maksimal pada beton variasi bentuk ijuk 5 bagian sebesar 94 % dari beton variasi bentuk ijuk tidak diikat. Penambahan kuat tekan semakin kecil seiring dengan bertambahnya umur beton. Kuat tarik beton semakin bertambah seiring bertambahnya umur beton dan semakin banyak jumlah ikatannya semakin bertambah kuat tarik betonnya. Umur beton 14 hari mengalami penambahan kuat tarik maksimal pada beton variasi bentuk ijuk 5 bagian sebesar 13 % dari beton variasi bentuk ijuk tidak diikat. Penambahan kuat tarik semakin kecil seiring dengan bertambahnya umur beton. Penambahan kuat tekan dan kuat tarik beton disebabkan oleh kandungan serat ijuk sama dengan kadar optimumnya yaitu 1 %. (indrayana,se)

Kamis, 26 Maret 2009

DPRD Kabupaten Tangerang merekomendasikan untuk segera menghentikan proyek reklamasi


-->

Tangerang, Kompas - DPRD Kabupaten Tangerang merekomendasikan kepada Bupati Pemerintah Kabupaten Tangerang Ismet Iskandar untuk segera menghentikan proyek reklamasi Pantai Pasir Putih yang terletak di Muara Dadap, Desa Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Rekomendasi tersebut disampaikan mengingat pihak pengembang reklamasi Pantai Pasir Putih belum memiliki izin usaha, termasuk belum mengantongi dokumen analisis mengenai dampak lingkungan.
"Rekomendasi lisan berlaku mulai sekarang, sedangkan tertulisnya akan disampaikan Senin atau Selasa pekan depan. Hari Senin depan Komisi D akan memberikan kesimpulan dengar pendapat dengan dinas terkait kepada Ketua Dewan, selanjutnya akan dikeluarkan rekomendasi tertulis," kata Sis Abdulgani, anggota Komisi D DPRD Kabupaten Tangerang, Jumat (9/7) siang.
Rekomendasi penghentian proyek reklamasi untuk sementara waktu ditempuh Komisi D setelah melakukan rapat dengar pendapat dengan lima dinas terkait, yaitu Dinas Lingkungan Hidup, Kebudayaan dan Pariwisata, Kelautan dan Perikanan, Tata Ruang dan Bangunan, serta Dinas Pertanahan.
Untuk memastikan proyek reklamasi tetap berjalan, sejumlah anggota DPRD dari Komisi A, B, dan D hari Jumat siang meninjau lokasi pengurukan. Ketika dilakukan peninjauan, sama sekali tidak ada kegiatan reklamasi. Yang terlihat hanya truk-truk pengangkut tanah dan mesin perata tanah (buldoser) yang diistirahatkan. Akan tetapi, sesaat setelah rombongan DPRD meninggalkan lokasi, truk-truk tanah dan buldoser kembali bekerja.
"Sebelum ada dokumen amdal dan izin lainnya terpenuhi, mereka tidak boleh melakukan kegiatan apa pun di lokasi tersebut," kata Bambang Prabowo, anggota Komisi D lainnya.
Lebih jauh dijelaskan, pihak pengembang, yang terdiri atas PT Parung Harapan, Koperasi Pariwisata Pasir Putih, dan PT Kosambi Makmur, berdasarkan penelitian saat ini hanya mengantongi izin prinsip, bukan izin untuk mereklamasi pantai tersebut.
Aktivis lingkungan Karya Ersada yang juga mantan Deputi Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) DKI Jakarta menyatakan, proyek reklamasi itu menimbulkan kerusakan hutan bakau dan ekosistem perairan pantai karena tanahnya diuruk.
Menurut pemantauan Kompas dengan menyusuri pantai menumpang perahu, hingga Jumat sore proyek reklamasi terus berjalan. Di pantai pada jarak sekitar 200 meter dari bibir pantai dengan kedalaman sekitar lima meter terdapat pancang-pancang bambu yang ditata berjajar dua baris sepanjang satu kilometer. Tiang-tiang bambu dengan jarak sekitar 20 sentimeter tersebut berfungsi mempercepat sedimentasi dan menahan arus untuk memudahkan pengurukan.
Pada Jumat pagi, puluhan truk pengangkut tanah urukan mondar-mandir menuju lokasi dengan ditutup terpal. Pantai yang telah direklamasi luasnya sekitar 5 hektar. Di sana juga terdapat ratusan gundukan tanah yang siap diurukkan ke pantai.
Ratusan pohon bakau dengan tinggi rata-rata sekitar tiga meter, yang menandai perbatasan darat dengan pantai dan juga sebagai pelindung pantai, terlihat masih menjulang di tengah lokasi pengurukan yang jaraknya sekitar 100 meter ke arah darat dari bibir pantai. Ratusan pohon bakau tersebut tinggal menunggu ditebang.